LENSAPLUS – Kesenian Lebon Pangandaran ini menjadi salah satu kesenian tradisional yang unik dan identik dengan pencak silat atau adu ketangkasan. Di dalam pementasan, seni Lebon ini akan menampilkan dua kubu petarung. Selain itu, masing-masing dari dua kubu tersebut mempunyai jawara serta didampingi dengan para bobotoh.

Selama pementasan ini berlangsung, tentunya akan menimbulkan suasana yang tegang dan membuat para penonton semakin tercengang. Perlu kamu ketahui juga, kesenian Lebon ini mempunyai sejarah yang sangat lekat dan bermakna untuk daerah sekitar. Nah, supaya lebih mengenal lebih dalam terkait kesenian Lebon ini, silahkan simak terus penjelasannya berikut.

Sejarah Kesenian Lebon Pangandaran

Kesenian Lebon ini menjadi salah satu warisan budaya tradisional yang hingga saat ini masih lestari. Awal mula munculnya kesenian Lebon yaitu sekitar abad ke-17, lebih tepatnya pada tahun 1651-1652. Kata Lebon ini mempunyai arti yaitu “kubur” atau “mengubur”.

Pada awal mula kemunculannya, seni Lebon ini menjadi solusi masyarakat sekitar untuk menyelesaikan suatu permasalahan atau sengketa. Para pihak yang tersangkut dalam permasalahan tersebut akan melakukan sebuah pertarungan antara jawara dari tiap wilayah hingga mati. Adapun waktu dan waktu untuk bertanding terlebih dahulu akan dirundingkan antara kedua utusan dari tiap wilayah yang dipimpin oleh sesepuh.

Baca Juga:  Ronggeng Gunung Pangandaran Tarian Sejuta Pesona

Sebelum bertanding setiap kubu akan melakukan ritual keselamatan terlebih dahulu. Jika sudah, maka kedua kubu akan langsung melakukan pertandingan yang apabila jawara dari salah satu kubu kalah, maka akan langsung dikubur langsung di tempat oleh para bobotoh. Nah, dari hal tersebutlah tercipta nama kesenian Lebon ini.

Selain itu, dulunya ada beberapa ritual sebelum Lebon, yakni dengan membakar kemenyan serta menyajikan sesajen. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, seni Lebon ini sudah semakin berkembang dan menjadi suatu atraksi untuk kesenian khas Pangandaran. Hingga saat ini, kesenian Lebon Pangandaran sudah melegenda dan sering menjadi pertunjukan yang berkolaborasi dengan alat musik tradisional. Kesenian Lebon ini juga mempunyai keunikan tersendiri.

Keunikan Kesenian Lebon

Seperti penjelasan di atas, kesenian Lebon ini mempunyai keunikan tersendiri. Pasalnya, kesenian ini mempunyai keterkaitan dengan seni bela diri yaitu pencak silat. Pada zaman dahulu memanglah kesenian ini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah perebutan sengketa. Namun, seiring berkembangnya zaman, kesenian ini sering menjadi pertunjukan untuk memperingati hari-hari milangkala (hari ulang tahun) kabupaten Pangandaran.

Baca Juga:  Sejarah Kabupaten Pangandaran dengan Ciri Khasnya

Dalam setiap pementasan terdiri dari 3 orang, yakni dua orang sebagai pemain ketangkasan dan satu orang sebagai penengah. Seniman Lebon Pangandaran juga mengatakan dalam penyajian seni Lebon ini menampilkan dua kubu petarung yang masing-masing mempunyai jawara serta mendapat dampingan oleh bobotoh. Untuk lokasi pertunjukan kesenian Lebon Pangandaran ini yaitu di area terbuka dan dipimpin oleh satu wasit yang mengatur jalannya pertandingan.

Kostum yang Unik

Kesenian Lebon ini juga mempunyai keunikan yang terletak pada kostumnya. Untuk kostum semua peraga yang mengiringi musik biasanya mengenakan baju adat pangsi, berupa baju serta celana hitam dan pengikat kepala. Sementara untuk para pemainnya mengenakan baju berwarna hitam lalu juga mendapat tambahan aksesori berupa lilitan sarung yang terbuat kulit waru yang di pasang ke kaki masing-masing. Untuk tangan kiri jawara juga mendapat tambahan aksesoris berupa perisai yang terbuat dari kulit sapi atau ubeg. Sementara, untuk tangan kanannya memegang pemukul yang terbuat dari rotan.

Baca Juga:  Karnaval SCTV 2023 Akan Berlangsung di Pangandaran Akhir Pekan Ini

Tak hanya itu saja, ada ciri khas lainnya, yaitu kepala jawara akan ditutup menggunakan penutup yang sekilas berbentuk seperti toga. Aksesoris tersebut terbuat dari kulit sapi dengan lilitan dari kain berwarna putih hitam. Lalu, setelah pertunjukan berjalan nantinya akan ada suara gamelan yang mengiringinya. Lalu, untuk skenario pertunjukan ledon saat ini sudah di setting dan tidak nyata seperti zaman dahulu. Kubu yang nantinya akan menang atau kalah juga sudah ditentukan serta pada saat akhir pertunjukan, setiap tim bertarung membela jawaranya.

Demikian informasi terkait kesenian Lebon Pangandaran seperti penjelasan di atas. Selain menjadi salah satu kesenian tradisional, seni Ledon ini mempunyai sejarah yang terbilang sangat melekat di kabupaten Pangandaran. Tak hanya itu saja, seni Ledon ini juga mempunyai keunikan tersendiri.

Bagikan: